Mitos / fakta seputar dunia farmasi
Haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Faramasi ...........
sebenarnya saya masih belum punya ide untuk menulis tentang dunia farmasi. Kali ini saya akan menulis tentang mitos atau fakta seputar dunia farmasi, khususnya tentang yg berprofesi sebagai Asisten Apoteker (AA). Kenapa lebih menjurus ke AA, yaa karena saya adalah seorang AA yang sebentar lagi akan bermetamorfosa untuk menjadi seorang Apoteker :)
Berikut ini beberapa mitos yang beredar seputar jurusan farmasi:
1. Kuliah di jurusan farmasi itu biayanya mahal
“kuliah di jurusan farmasi itu biayanya mahal” Ini adalah respon pertama yang sering saya dengar ketika orang lain bertanya saya kuliah dijurusan apa, dan saya jawab, “jurusan D3 farmasi”. Dan adalagi ni.. harga bukunya juga mahal2. –‘
Faktanya:
Kalau menurut saya masalah biaya itu relative. Karena bagi anak yang orang tuanya kaya dan berpenghasilan tinggi yaa kuliah di farmasi itu gak mahal2 amat, tapi gak bisa dibilang murah juga siih. Intinya yang namanya kuliah itu ya pastilah kita bakalan ngeluarin uang banyak, uang buat biaya hidup, buat bayar kost, buat nonton, makan2, beli buku kuliah, dan kalau kuliah jurusan farmasi itu kita akan mengeluarkan biaya lain2 yang tak terduga seperti beli kertas perkamen, sendok tandu, pipet tetes, handscon, masker,tutup kepala, botol sirup, pot salep de el el lah pokoknya, yang pasti semua itu adalah alat yang digunakan dan beberapa ada yang wajib dimiliki secara personal oleh setiap mahasiswa kalau praktikum :D ini berdasarkan pengalaman pribadi saya lho ya waktu kuliah D3 farmasi. Kalau biaya kuliah yang wajib dibayar setiap semesternya itu, berdasarkan hasil survey dan menurut pengamatan saya, biayanya hampir sama dengan biaya kuliah jurusan kesehatan yang lain kecuali dokter dan dokter gigi. Itu mah gak usah kita banding2kan lagi :D bedanya tipis lah.. sekitas 100-150ribu. Saya masih bisa bilang “tipis” karena saya belum bekerja, tapi saya tau gimana rasanya nyari uang *loh. Iyaaa.. karena saya pernah bekerja sebentar menunggu wisuda :D
Kalau saya jelaskan kenapa kuliah dikesehatan itu biayanya agak lebih mahal karena kuliah di farmasi banyak praktikum, praktikum itu perlu alat dan bahan yang harus dibeli secara berkesinambungan dan untuk biaya praktek di RS, Apotek, Puskesmas, Gudang Farmasi, dll.
Ada lagi nih mitos yang beredar selain biaya kuliah nya mahal, yaitu…. Buku2 anak kesehatan itu mahal..:D berdasarkan pengalaman saya selama saya kuliah, saya belum pernah beli buku yang harganya mahal.. yang harganya 200lebih tdk pernah saya beli. Meskipun ada sih buku tentang kefarmasian yang harganya berkisar 500rb-1jt, tapi buku itu tdk wajib kita miliki dan itu bisa kita temukan diperpustakaan kampus (Insha Allah). Lagian ni ya sekarang kan kita bisa sering2 googling kalau mau cari informasi apapun, Insha Allah gak ketinggalan berita deh.. gak mesti harus beli buku banyak2 juga keules.. tp punya banyak buku lebih bagus siih :D kalau saya siih beli buku yang wajib2 aja kayak ISO Indonesia, MIMs, ISO farmasoterapi, dll tapi yg pasti kalian jgn ngebayangin bukunya tipis lho yaa…:D yang pasti buku nya bisa dijadikan bantal buat tidur. Kalau saya siih sering saya jadikan guling :D #iniserius
Kalau mau nyari buku yang harganya terjangkau alias murah (gak semurah buku tulis lho yaa), itu kita belinya di toko buku biasa aja, jangan di gramedia atau yg sejenisnya :D karena disana mereka jual yang asli, ya pastilah mahal.. kalau kita beli di toko buku biasa atau di toko buku2 bekas, kita bisa beli buku bekas yang masih bagus dan buku copy-an yang harga nya bisa ditawar ahahahaha, kalo kalian jago nawar, pasti bisaa lah ditawar.. ahahahahahaa. Kalopun ada buku yang harganya mahal banget yang harus kalian baca u/ referensi tugas, ya gak harus (baca:gak usah) kalian beli laah.. kalian kan bisa pinjam bentar buat liat-liat (modus) :D dan biasanya buku2 mahal itu ada diperpustakaan :v
2. Kuliah dijurusan farmasi itu gampang dapat kerja dan gajinya tinggi
Sudah bukan rahasia lagi, kalau beberapa orang tua menginginkan anaknya agar masuk jurusan tertentu agar cepat dapat kerja dan kehidupan finansial mereka terjamin. Begitu juga dengan kedua orang tua saya. Pernah suatu ketika waktu menunggu antrian di bank, Ibu saya sempat ngobrol dengan salah seorang pengantri. Dan setelah bercerita panjang lebar, akhirnya pengantri tersebut bertanya saya kuliah di mana, Ibu saya pun bercerita kalau saya kuliah di jurusan farmasi.
Dan pernyataan Ibu saya tersebut pun direspon dengan sangat positif olehnya. Katanya dia punya keluarga lulusan farmasi. Dan sekarang pastinya dia sudah bekerja jadi PNS sebagai Apoteker pelaksana di salah satu instandi pemerintahan. Sekarang, mana ada sih orang tua yang gak mau anaknya jadi PNS :D
Faktanya:
Lulusan S1 farmasi +apoteker, itu gajinya memang lumayan besar. Tapi tidak sebesar gaji lulusan pertambangan dan perminyakan atau pun TI. Tapi itu semua bergantung pada tempat kerja kita. Kalau kita bekerja di sebuah industry obat / kosmetik/ obat tradisional yang besar dan maju, ya pasti lah gajinya tinggi. Tapi kalau kita memilih untuk jadi PNS ya tergantung dari jabatan yang kita pilih.. kalau latar belakang pendidikan kita Cuma D3 farmasi itu kita cuma berada di golonga IIc, tapi kalau kita ngambil jenjang S1 farmasi+Apoteker, golongan kita yaa lebih tinggi yaitu IIIb (setara dengan jabatan dokter pertama dan dokter gigi pertama). Beda lagi kalau misalnya kita bekerja sebagai tenaga honorer atau kontrak atau bekerja di PBF, gajinya bisa lebih tinggi atau bahkan malah lebih rendah. Apalagi kalau kita bekerja di Apotek yang gak ada praktek dokternya, sebagai info saja, teman saya yang kerja di Apotek biasa/klinik/tenaga honorer di salah 1 RS swasta atau milik pemerintah atau di puskesmas, dia malah kerja di 2 tempat, alasannya ya karena gajinya sedikit dan mengharuskan dia untuk kerja ditempat lain juga J kebayang dong capeknya kayak gimana.
Kalau masalah gampang cari kerja itu sih memang iya.. pernyataan ini akan “iya” jika kita berprofesi sebagai Asisten Apoteker karena biasanya, bukan biasanya lagi, tapi faktanya AA itu lebih banyak diperlukan dibandingkan dengan Apoteker, contohnya di Puskesmas Cuma perlu 1 Apoteker, tapi AAnya bisa 2 orang lhoo.. nah dari situ aja sudah bisa dibandingkan dan dibayangkan dong. Apalagi kalau rumah sakit dan apotek seperti Kimia farma atau K24 atau yang sejenisnya :v
Dan bagi yang mau CPNS ni yaaa.. saya sudah survey dan saya bandingkan ternyata Asisten Apoteker Pelaksana itu lebih banyak diperlukan dari pada Apoteker Pertama, kecuali u/ CPNS BPOM.tapi.. gaji Apoteker memang lebih tinggi dari pada AA :D Naah kan.. artinya dari setiap jurusan itu ada kurang dan lebihnya. Selain itu lulusan farmasi juga bisa jadi medref dan masih banyak lagi. Jadi kalau lulusan farmasi itu gampang dapat kerja itu memang benar. Dan syaratnya adalah kalau kita berusaha mencari dan mau bekerja di tempat itu. Dan itu semua tergantung dari rezeki kita masing2.. ada juga lhoo beberapa dari teman saya yang sampai sekarang belum dapat kerjaan J entah lah saya tdk tau kenapa. Tapi sepengetahuan saya, sekarang masih ada banyak lowongan kerja bagi lulusan D3 farmasi dan S1 Farmasi+Apoteker.
3. Kuliah di jurusan farmasi itu ngapalin obat
Kalau yang satu ini ada bener ada gaknya juga sih :D
Faktanya:
Selama saya kuliah kita diwajibkan ngafalin nama obat dan khasiat obat itu Cuma pas mau praktikum mata kuliah tertentu. Atau pas lagi kita kena hukuman, selebihnya yaa terserah kita mau ngapalin atau gak. Kalau ngapalin semua obat sih gak mungkin, buat apa ada buku ISO Indonesia atau MIMS di apotek kalau kita harus ngapalin semua obat. Paling tidak yaa.. kalau kita sudah bekerja kita tau (hapal) dulu obat2 yang fast movingdi apotek tempat kita bekerja dan obat2 yang tersedia di apotek kita jadi kalau ada konsumen/pasien dating kita gak perlu lama2 nyari tu obat :v
Kalau masih kuliah, minimal kita tau lah dengan obat2 dewa dan obat2 yang banyak beredar di pasaran jadi kalau kita pulang kampong, ada tetangga yang nanyain ttg obat, kita bisa jawab dan gak malu2in. :D sudah buakn rahasia lagi, bagi mahasiswa farmasi kalau libur dan pulang kampong ada aja tetangga yang suka iseng dan ada juga lho yang beneran nanya karena dia lagi sakit ttg obat apa yang sebaiknya dia minum. Kalau kita bisa jawab kan seneng dan bangga tuuh ama diri sendiri.. bahagainya itu disini *nunjukkehati
4. Anak farmasi itu jago tentang obat-obatan
Ini salah satu fakta paling absurd sedunia :D. yang harus diingat dan dicatat itu adalah gak semua anak farmasi itu jago obat2an. Karena gak ada tuh mata kuliah di farmasi yang full ngebahas masalah obat. Kayak Obat A khasiat nya ini, ESO nya itu, cara minumnya begini dan begitu. Itu semua kita dapat karena kita sering buka buku ISO Indonesia dan MIMs. Kalu dimata kuliah mah kagak ada.. sebagai info aja ni yee.. kuliah dijurusan farmasi itu di semester awal kita dapat mata kuliah, matematika, bahasa Indonesia, b.inggris, pendidikan Agama, Ekomoni, biologi farmasi, fisika farmasi, Kimia Dasar, anatomi fisiologi manusia (kayak jurusan kedokteran juga :D), farmaserika dasar.. farmakologi dasar.. pokoknya yang dasar2 deeh..kurang lebih mata pelajaran anak IPA SMA laah.. tapi kalau sudah masuk semester 2,3,4,5,6,7,8 baru deh mulai puyeng.. :D karena kita ditingkat yang lebih tinggi belajar lebih dalam tentang Farmakologi, farmakoterapi, farmakokinetik, Interaksi Obat dan Efek Samping Obat, farmasetika, kimia farmasi, farmasi klinik, teknologi farmasi, farmasi rumah sakit, analisis fisikokimia, farmakognosi, fitokimia dan masih banyaaak lagi.
Jadi mahasiswa farmasi itu menyenangkan, tapi susah dijalani.
Seperti yang pernah saya baca di blog slah satu anak TI, katanya: Kuliah di Teknik Informatika itu nggak ada matinya! yang ada sekarat terus-terusan!
Naah.. kuliah difarmasi juga gitu.. begini ni.. “Kuliah di farmasi itu nggak ada matinya! yang ada sekarat terus-terusan!” Ahahahahaa.. bercanda :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar